Waduh! Lagi Hamil Boleh Gak ya Berhubungan Seksual Dengan Pasangan?

Waduh! Lagi Hamil Boleh Gak ya Berhubungan Seksual Dengan Pasangan?

Lagi hamil dan melakukan hubungan seksual, pernyataan itu memang menjadi pro dan kontra  saat ini. Boleh tidak ya, lagi hamil dan  melakukan hubungan seksual dengan suami? Sebenarnya  boleh saja, tapi karena mama sedang hamil itu semua  ada aturan-aturannya  agar tidak  beresiko dengan kandungan. Pasalnya, menurut beberapa pendapat dan salah satunya ialah berhubungan seksual ketika sedang hamil  bisa memicu keguguran dan prematur.

Mungkin mama bertanya-tanya apa sih yang menjadikan hubungan seksual ketika hamil itu berbahaya, nah mama harus tau yang membuatnya menjadi berbahaya dan beresiko itu bukan hubungan seksualnya tapi sperma yang dikeluarkan oleh pasangan dan jika spermanya masuk kedalam rahim maka sesuatu yang membahayakan janinmu akan terjadi.

Memang benar, di dalam sperma terdapat banyak kandungan protein, akan tetapi sperma tidak mengandung  zat atau sesuatu yang bermanfaat untuk perkembangan janin mama yang ada hanya akan membahayakannya. Sperma yang masuk kedalam rahim juga bisa menyebabkan kelahiran prematur, mengapa? sebab didalam sperma terdapat zat yang bisa merangsang reaksi-reaksi kontraksi dini tak hanya kelahiran prematur namun juga bisa menyebabkan keguguran jika usia kandunga masih tergolong muda. Sperma yang masuk kedalam rahim juga memiliki kandungan yang bisa merangsang  reaksi sensitif di mulut rahim. Maka dari itu, jika mama ingin berhubungan seksual ketika sedang hamil disarankan untuk suami agar menggunakan kondom atau bisa dengan cara mengeluarkan sperma diluar miss V.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa melakukan hubungan seksual ketika sedang hamil bukan merupakan suatu yang membahayakan, tapi malah sebaliknya hubungan seksual ketika sedang hamil banyak memberikan manfaat untuk sang ibu. Pendapat yang mengatakan bahwa sperma yang masuk kedalam rahim akan mengakibatkan mulut rahim mengalami reaksi sensitif itu tidak sepenuhnya benar, yang benar bahwa sperma yang masuk kedalam rahim tak berbahaya. Kecuali, sang suami mengidap infeksipada alat kelamin atau AIDS. Tapi disarankan juga untuk para ibu hamil yang sedang hamil muda atau kondisi kehamilannya lemah agar tidak menumpahkan sperma suami kedalam miss v, sebab sperma ini mempunyai kandungan berupa zat prostaglandin yang bisa merangsang rekasi kram perut dan kontraksi pada rahim. Namun, jika ibu dalam keadaan sehat tidak masalah jika ejakulasi dikeluarkan dalam miss v.

Manfaat Berhubungan Seksual Ketika Hamil

Berbicara tentang resiko berhubungan seksual ketika hamil, dibalik itu juga ada manfaatnya loh! Berikut manfaat dari berhubungan seksual ketika sedang hamil :

Untuk ibu yang hamil dalam kondisi sehat, berhubungan seksual diawal kehamilannya malah bisa menurunkan stress dan rasa tegang karena perubahan hormon. Nah, pada kehamilan trimester ketiga, berhubungan seksual ini malah dianjurkan sebab bisa membantu memicu kontraksi. Akan tetapi jik masa kehamilan sudah menginjak 7 bulan keatas maka memiliki resiko juga jika melakukan hubungan seksual selain itu mama pasti kesulitan karena perut sang ibu juga akan semakin membesar.

Manfaat lainnya dari hubungan seksual ketika hamil ialah :

  • Persiapan untuk Proses Persalinan

Apabila melewati batas waktu atau melewati jangka wakti, berhubungan seksual tak akan membuatmu melahirkan, namun hak tersebut bisa membantu tubuh mama untuk mempersiapkan persalinan. Hal tersebut disebabkan karena sperm memiliki prostaglandin yang bisa membantu melawan serviks

  • Melatih Otot-otot untuk Proses Persalinan

Mencapai puncak orgamse itu bisa meningkatkan kontraksi pada dasar panggul, hal ini bisa membantu memperkuat ontot yang mama butuhkan untuk menjalankan proses persalinan dan sesudah melahirkan. Sewaktu mama mendorong bayi melewati otot mama, maka mereka bisa jauh lebih mudah memperkuatkannya.

  • Menjadikan orgasme lebih baik

Berhubungan seksual ketika sedang hamil ini bisa membuat orgasme menjadi lebih baik sebab pada ujung saraf tubuh mama lebih sensitif dan peka, klitoris dan puting juga akan membesar serta ada lebih banyak lagi estrogen yang menarik aliran-aliran dara menuju pelvis, umumnya akan lebih mudah dalam mencapai puncak orgasme dan mereka bisa lebih kuat serta bertahan lama. Jadi untuk para wanita yang mengalami kesulitan dalam mencapai orgamse sebelum hamil maka sesudahnya tak akan merasakan hal itu lagi.

Nah, jadi bisa disimpulkan bahwa melakukan hubungan seksual ketika sedang hamil itu aman mama lakukan asalkan mama tahu batas-batas dan aturan-aturannya. Berhubungan seksual ketika sedang hamil ini memiliki sisi negatif dan positifnya seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Jika ingin Berhubungan Seksual Ketika Hamil, Perhatikan Hal Berikut !

Setelah kita memahami dan mengetahui adanya bahaya dan manfaat dari seks ketika hamil, maka mama harus memperhatikan aturan-aturan berhubungan seks saat hamil.

  • Berhubungan seks saat waktu yang tepat!

Nah, waktu yang baik untuk melakukan hubungan seksual ialah saat usia kehamilan mama setelah trimester pertama sampai dengan usia ke-7 bulan. Mengapa? Sebab pada waktu itulah ibu hamil  sudah merasa rileks dan nyaman.

  • Hati-Hati!

Pada saat usia kehamilan masih tergolong muda mama harus berhati-hati loh! Mama harus berhubungan seksual dengan nyaman dan kurangi frekuensinya karena jika terjadi reaksi kontraksi yang besar bisa mengakibatkan ketuban pecah. Jika ketuban sudah pecah, maka sang bayi bisa terinfeksi dan keracunan. Apabila ketubanmu pecah, maka mama harus segera menghubungi doktermu, golden priodenya itu hanya 6 jam saja, jika lebih dari 6 jam maka mama harus mengkonsumsi antibiotik agar kuman tidak semakin banyak dan berdampak pada kandunganmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *