Saat Tepat Mama Ajarkan Anak Sex Education, Tahapannya Mama Perlu Tahu Loh!

Saat Tepat Mama Ajarkan Anak Sex Education, Tahapannya Mama Perlu Tahu Loh!

Sex education memang sebaiknya bisa mama berikan sedari dini, dalam artian saat anak sudah mulai mempertanyakan akan hal-hal yang menjurus pada organ tubuhnya. Bahkan ada anak usia 5 tahun yang bertanya tentang apa itu payudara dan sebagainya karena memang anak melihatnya langsung pada mama. Jadi, mama nggak salah kalau memberikan sex education ini sejak dini pada anak.

Inilah tahapan usia pada anak kalau mama ingin memberikan sex education, yaitu :

Usia batita (1-2 tahun)

Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Batita
Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Batita(Foto: tdahytu.es)

Pemahaman tentang sex pada usia ini masih sangat sederhana. Kalau mama ingin mengajari tentang organ reproduksi seperti penis atau vagina masih masih harus menggunakan “bahasa istilah” ya. Pemahaman anak seusia ini dengan menggunakan istilah akan menjadi lebih cepat diingatnya, tentunya istilah-istilah ini bukanlah kata-kata yang akan sering diucapkan. Saat ini anak masih dalam tahap awal untuk memahami  adanya perbedaan antara anak perempuan dan laki-laki saja.

Usia balita (3-5 tahun)

Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Balita
Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Balita(Foto: vix.com)

Nah, pada usia ini mama sudah bisa untuk fokus memberikan pengetahuan pada anak tentang organ intimnya secara lebih detail. Hal ini untuk menghindari terjadinya perilaku menyimpang yang yang dilakukan pada anak. pada usia ini mama lebih fokus untuk menekankan secara tegas tentang hal yang boleh dan tidak boleh di lakukan pada organ intimnya dan bagian tubuh lainnya yang tidak boleh terjamah oleh siapapun.

Usia anak (5-8 tahun)

Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Anak
Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Anak (Foto: enlalente.com)

Tentunya di usia ini anak sudah mulai bersekolah dan akan banyak bertemu dengan  teman sebayanya. Saat ini anak sudah harus mulai bisa memahami perbedaan antara perempuan dan laki-laki secara lebih jelas. Mama sudah harus sudah mulai bisa memberikan penjelasan bagaimana caranya untuk menjaga, menghargai, serta mencintai bagian tubuhnya sendiri.

Usia pra remaja (8-12 tahun)

Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Pra Remaja
Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Pra Remaja (Foto: thrivetrainingconsulting.com)

Wah, ini memang merupakan masa sensitif pada perkembangan anak istilah kerennya anak mulai mencari identitas diri atau pubertas. Peran mama dan papa memang diperlukan lho untuk memberikan sex education pada anak karena sebaiknya mama bisa ngobrol langsung dengan anak perempuannya dan papa bisa ngobrol langsung dengan anak bujangnya.

Pada usia ini sex education diberikan dalam rangka anak mungkin sudah mulai menyukai lawan jenisnya dan hal ini wajar-wajar saja kok. Sex education diberikan pada usia ini lebih ke pada sikap dan perilaku anak saat bergaul atau berteman dengan sesama atau lawan jenis. Mama sudah mulai bisa memberikan pengajaran tata karma dalam pergaulan yang baik.

Usia remaja (diatas 12 tahun)

Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Remaja
Ilustrasi Pendidikan Sex Untuk Remaja (Foto: healthhub.sg)

Saat usia ini anak memang sudah harus secara tegas diberikan pemahaman dan pengertian akan pergaulan yang sehat tetapi di masa ini memang mama harus sangat berhati-hati untuk berkomunikasi dengan anak. Peran mama dan papa sangat penting untuk dapat menjaga komunikasi yang harmonis dengan anak karena usia seperti ini anak lebih akan membutuhkan mama sebagai teman curhat mereka.

Jadi di usia seperti ini sepertinya mama bisa menghindari penggunaan kata atau nada suara yang terkesan menggurui atau menghakimi. Usia ini adalah masa di mana mereka sedang mengeksplor pergaulannya. Lebih baik jika anak bisa curhat dengan mama khan daripada dengan teman sebayanya yang sudah tentu pengetahuannya masih sangat minim.

Walaupun masa pertumbuhan anak akan bertahap tapi masa-masa pertumbuhan anak memang menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Nah mama, berikut ini ada beberapa tips sederhana agar mama bisa mengajarkan tentang sex pada anak dengan cara yang sederhana ya…

  1. Sayang, bagian ini hanya kamu ya yang boleh melihatnya

Saat anak mama sedang ganti pakaian di dalam kamar, mama bisa sekaligus memberikan penjelasan pada anak tentang bagian tubuh mana saja yang sifatnya sangat pribadi sehingga orang lain tidak boleh melihatnya. Saat itu, mama bisa sekaligus menunjukkan bagian-bagian yang mana saja dari anggota tubuh anak yang seharusnya tertutup, seperti buah dada, bibir, vagina dan  pantat.

  1. Kamu berbeda ya dari teman lelakimu

Sebaiknya memang anak diajarkan untuk mengetahui bahwa dirinya berbeda dengan anak laki-laki sehingga bentuk dan bagian tubuhnya juga akan berbeda. Mama bisa menggunakan contoh yang paling nyata yaitu perbedaaan mama dan papa. Bisa juga mama memberikan penjelasan akan petunjuk pada penggunaan toilet umum saat di mal di mana ada gambar wanita dan pria.

  1. Ih, malu kalau kelihatan…

Sedini mungkin mama bisa mengajarkan anak untuk mempunyai rasa malu jika ada bagian tubuhnya yang pribadi terlihat. Jadi kalau rok anak tersingkap mama bisa langsung bilang “ih, malu keliatan”. Hal ini bisa membuat anak bisa menjaga dirinya saat sedang bermain bersama dengan teman lak-laki atau saat harus mengganti baju di tempat umum.

  1. Mama temani ya nontonya…

Tidak bisa dipungkiri saat ini banyak tayang film yang sebetulnya belum layak untuk di tonton oleh anak, begitu juga dengan film kartun. Masih banyak adegan-adegan yang sebaiknya belum disaksikan oleh anak. Akan tetapi kalaupun anak ingin menontonya, mama bisa mendampinginya sehingga dapat langsung memberikan penjelasan tentang adegan yang dilihatnya sehingga jangan di tiru.

  1. Gadgetnya mama pegang ya…

Memberikan gadget sama anak boleh-boleh saja ya mam, tetapi sebaiknya mama tidak memberikannya secara bebas atau leluasa untuk digunakan. Banyak hal melalui gadget yang dapat mudah di akses oleh anak dan tidak semuanya postif. Guna menyaring hal-hal yang bisa di lihat oleh anak sebaiknya mama selain gadget tetap mama yang pegang juga bisa mama beri kode.

  1. Kamu ada masalah nak?

Berkomunikasi secara terbuka merupkan kunci untuk mengajarkan pendidikan sex pada anak. mama harus bisa menumbuhkan rasa percaya anak pada mama sehingga apapun kejadian yang dialaminya mama dapat mengetahuinya apalagi jika anak menerima perlakuan yang tidak senonoh dari orang lain. Anak harus belajar untuk berani berkata jujur pada mama walaupun dalam kondisi terancam.

  1. Apa sih sex itu nak!

Tanpa harus gamblang menjelaskan tentang sex, mama bisa mengajak anak ngobrol santai bertemakan sex. Mungkin mama akan menerima pertanyaan-pertanyaan penasaran dari anak dan mama bisa menjelaskan dengan bahasa yang lembut dan tidak perlu vulgar ya. Pertanyaan yang sering ditanyakan anak biasanya seputar bagaimana kemunculannya di dunia ini.

Mama, anak jaman milenial memang akan mempunyai pemikiran yang kritis. Semua hal akan menjadi tanda tanya di dalam pikirannya termasuk masalah sex, jadi mama harus siap-siap menerima dan memberikan jawaban kepada anak yang berhubungan dengan sex. Memberikan pendidikan sex dengan benar akan menjadi bekal bagi anak hingga mereka dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *