Mama, Jangan Bertengkar Di Depan Anak, Inilah 10 Dampaknya Salah Satunya Anak Jadi Kurang Percaya Diri

Mama, Jangan Bertengkar Di Depan Anak, Inilah 10 Dampaknya Salah Satunya Anak Jadi Kurang Percaya Diri

Perjalanan sebuah rumah tangga tentunya tidak semulus jalan tol. Kerikil tajam tentunya akan menghiasi sebuah rumah tangga. Sesekali terjadi pertengkaran dengan pasangan sebetulnya merupakan hal yang biasa terjadi. Tetapi mama, yang tidak biasa adalah kalau mama bertengkar dengan papa di hadapan anak!

Kalaupun mama memang harus bertengkar dengan papa, tolonglah sedapat mungkin jangan terlihat oleh anak karena pertengkaran orangtua yang disaksikan oleh anak akan membuat anak menjadi trauma.

Berapun usia anak, saat mereka menyaksikan pertengkaran orangtuanya akan membawa dampak yang tidak baik bagi perkembangan jiwa anak terutama anak akan menjadi tidak bahagia. Nah mama, berikut ini ada beberapa efek negatif pada anak yang sering menyaksikan pertengkaran orangtua.

Ini dia Akibat Sering Bertengkar di Depan Anak:

  1. Aku Yang Salah
Ilustrasi Anak Merasa Bersalah
Ilustrasi Anak Merasa Bersalah (Foto: galaxypharma.in)

Anak yang mendengar pertengkaran orangtuanya apalagi jika menyangkut dirinya akan membuat anak menjadi mempunyai rasa bersalah yang berkepanjangan. Hingga dewasa anak akan merasa bahwa pertengkaran orangtuanya terjadi , karena kesalahan dirinya. Memang salah satu penyebab pertengkaran pasangan adalah karena masalah anak, misalnya tentang pendidikan.

  1. Adanya Gangguan Pada Otak
Ilustrasi Anak Bisa Terkena Gangguan Otak
Ilustrasi Anak Bisa Terkena Gangguan Otak (Foto: pinterest.de)

Terlalu sering menyaksikan pertengkaran orangtua membuat otak anak harus bekerja dengan lebih keras lagi. Pada anak usia sekitar 10 tahunan akan membawa dampak pada bagian cerebellums nya yang berhubungan dengan perasaan stress dan perkembangan sensoriknya. Anak usia ini memang belum bisa untuk menghadapi situasi pertengkaran orangtuanya.

  1. Menjadi Gampang Depresi dan Terserang Rasa Cemas
Ilustrasi Anak Menjadi Gampang Depresi
Ilustrasi Anak Menjadi Gampang Depresi (Foto: goodyfeed.com)

Menyaksikan pertengkaran orangtua akan membuat anak mengalami kesulitan untuk mengelola rasa emosinya. Anak yang mempunyai kesulitan untuk mengelola emosi akan menjadi lebih mudah terserang rasa depresi dan cemas. Rasa depresi serta kecemasan pada anak ini justru akan membuat anak mama mempunyai perilaku yang negatif lho…seperti anak bisa mudah ringan tangan. Tentunya perilaku negatif ini akan menyulitkan hidup anak kelak.

  1. Nggak Percaya Diri
Ilustrasi Anak Menjadi Tidak Percaya Diri
Ilustrasi Anak Menjadi Tidak Percaya Diri (Foto: rebelcircus.com)

Mama, bagi seorang anak rumah tempatnya bernaung merupakan seharusnya menjadi tempat yang aman serta nyaman. Tetapi kalau yang disaksikannya melulu sebuah pertengkaran maka anak bisa menjadi bingung sehingga akan takut untuk membangun rasa percaya dirinya. Hal ini bisa berpengaruh hingga anak dewasa lho mam. Anak bisa menjadi tidak percaya diri untuk memulai membangun sebuah hubungan apalagi untuk berumah tangga.

  1. Gampang Stres dan Sakit
Ilustrasi Anak Gampang Stres
Ilustrasi Anak Gampang Stres (Foto: helpguide.org)

Bagi anak yang berada pada lingkungan rumah tangga yang selalu diwarnai dengan pertengkaran akan lebih mudah terserang rasa stress dan sakit. Kondisi seperti ini dipengaruhi karena kualitas tidur anak yang tidak bagus  sehingga mempengaruhi hormone stres yaitu cortisol ikut mempengaruhi. Jadi mama kalau ingin anak mempunyai mental yang kuat sebaiknya mama dan papa tidak bertengkar di depan mereka ya.

  1. Bisa Menimbulkan Rasa Benci Pada Orangtuanya
Ilustrasi Mempunyai Rasa Benci
Ilustrasi Mempunyai Rasa Benci(Foto: keyministry.org)

Mama pastinya nggak mau anak menjadi mempunyai rasa benci atau kecewa sama mama. Tapi mam, kalau anak selalu menyaksikan pertengkaran orangtuanya maka anak justru akan menilai bahwa orangtuanya tidak lagi saling menyayangi apalagi terhadap dirinya! Anak akan mengira bahwa orangtuanya adalah merupakan dua orang yang saling bermusuhan dan mempunyai rasa benci sehingga menganggap orangtuanya sudah pasti tidak menyayanginya.

  1. Menjadi Anak Penakut
Ilustrasi Anak Menjadi Penakut
Ilustrasi Anak Menjadi Penakut (Foto: northshorechildguidance.org)

Bertengkar di depan anak apalagi jika sudah menggunakan kekerasan akan membuat anak menjadi ketakutan. Menyaksikan kekerasan yang dilakukan orangtuanya saat bertengkar akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut. Perasaan takut pada anak ini membuat anak menjadi tidak mempunyai keberanian untuk bersikap atau bertindak sehingga menjadi pribadi yang penakut apalagi jika sedang berhadapan dengan sebuah masalah, anak cenderung menjadi tidak berani menghadapinya.

  1. Nggak Punya Keinginan Untuk Berumahtangga
Ilustrasi Tidak Mau Berumahtangga
Ilustrasi Tidak Mau Berumahtangga (Foto: pavebennington.org)

Contoh membina rumahtangga yang baik harusnya bisa anak saksikan dari orangtuanya. Tetapi kalau yang disaksikan selalu pertengkaran maka akan terpatri di dalam memori anak bahwa sebuah rumahhtangga  hanyalah berisi pertengkaran. Inilah yang akan membuat anak saat dewasa akan merasa segan untuk berumahtangga bahkan untuk berpacaran juga akan segan!

baca juga: Tanpa Nada Tinggi, 5 Teknik Jitu Terbukti Ampuh Untuk Mengatasi Anak Yang Kecanduan Main Gadget

  1. Susah Berkonsentrasi Saat Belajar
Ilustrasi Anak Susah Belajar
Ilustrasi Anak Susah Belajar (Foto: nspcc.org.uk)

Mama jangan menuntut anak untuk dapat menerima bahkan mendapatkan nilai pelajaran yang bagus kalau yang disaksikannya selalu pertengkaran orangtuanya. Menyaksikan pertengkaran orangtua akan membuat anak menjadi tidak fokus dalam menerima pembelajaran di sekolah karena yang ada di bayangannya hanyalah situasi pertengkaran orangtuanya di rumah.

  1. Menjadi Individu Tertutup dan Tidak Mempunyai Rasa Empati
Ilustrasi Anak Menjadi Tertutup
Ilustrasi Anak Menjadi Tertutup (Foto: manchestereveningnews.co.uk)

Selain menjadi pribadi yang tertutup anak yang terbiasa menyaksikan orangtuanya bertengkar juga akan membuat anak menjadi tidak mempunyai rasa empati pada lingkungan sekitarnya. Anak cenderung tidak perduli dengan kejadian yang ada di sekitarnya dan cenderung lebih mementingkan diri sendiri. Lebih mengkhawatirkan lagi adalah anak bisa menjadi tidak perduli terhadap orangtuanya sendiri karena menganggap orangtuanya juga tidak perduli terhadap dirinya.

Mama, memang sangat diperlukan sikap bijaksana dari mama dan papa jika memang sedang mengalami masalah dalam rumah tangga. Perselisihan yang terjadi antara mama dan papa memang terkadang akan memancing pertengkaran tetapi sebaiknya jika pertengkaran tersebut  tidak perlu disaksikan oleh anak. Saat anak sedang berada di dekat mama sebaiknya mama bisa menahan emosi sejenak demi ketenangan batin anak.

Anak belum mengerti apa-apa tentang pertengkaran orangtuanya sehingga mereka bisa menjadi bingung. Anak menyayangi kedua orangtuanya sehingga mereka  akan menjadi sulit untuk berpihak dan inilah yang bisa membuat anak akan mengalami perkembangan seperti di atas tadi.  Membuat anak bahagia sangat gampang yaitu dengan tidak membuatnya merasa tertekan.

Kesimpulannya, bertengkar didepan anak akan berengaruh terhadap buruknya perkembangan psikologi anak. Ada baiknya jika mama dan papa tidak bisa membendung rasa kesal dan mengharuskan untuk bertengkar atau bersilat lidah, carilah tempat yang bisa menyelesaikan masalah itu ditempat yang jauh dari anak misal di kamar, atau mencari tempat diluar rumah yang nyaman untuk berkomunikasi berdua. Tentunya diselesaikan dengan kepala dingin ya mam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *