Anak Pulang Malam Kecanduan Main Game Online, Dimarahi Malah Mental, Gimana Cara Mengatasinya?

Anak Pulang Malam Kecanduan Main Game Online, Dimarahi Malah Mental, Gimana Cara Mengatasinya?

Menjadi seorang mama memang tidak ada pelajaran baku dan sekolahnya karena yang terpenting adalah bagaimana anak menjadi baik secara akhlak dan berhasil pendidikannya. Satu lagi ya mama, kesabaran dan kasih sayang tidak boleh terputus untuk anak, walaupun di jaman semakin maju ini akan banyak godaan yang mengasyikan untuk anak sehingga terkadang membuat anak lupa akan perannya dan kewajibannya sebagai anak karena terlalu asyik bermain game online.

Lalu mama, bagaimana ya kalau anak sampai kecanduan main game ini tetapi di luar rumah hingga lupa waktu bahkan segan untuk pulang ke rumah. Pastinya mama akan pusing ya…Agar mama ketahui, ada efek negatif pada anak jika terlalu sering pulang larut karena sudah mulai keasyikan main game online di luar rumah, yaitu :

  1. Gangguan kesehatan serius

Keasyikan anak bermain game di luar rumah, efek negatif yang akan terjadi yang paling utama adalah terganggunya kesehatan anak. Asyik bermain game online bersama teman dapat menjadikan anak melupakan rasa laparnya. Berjam-jam anak akan duduk di depan layar computer tanpa ingat untuk makan atau minum akan membuat kondisi fisik anak menjadi drop karena produksi asam lambung menjadi meningkat. Mama pastinya paham ya penyakit yang datang jika asam lambung meningkat.

Akan tetapi keasyikan di depan layar komputer juga bisa menjadikan anak menjadi mengomsumsi  hanya berupa makanan ringan yang lebih banyak mengandung gula atau penyedap rasa sehingga justru dapat menjadikan gula darah meningkat sebagai pemicu terkena penyakit diabetes serta obesitas karena anak akan malas bergerak.

  1. Sulit mengatur emosi

Bermain game online di luar rumah tanpa ada pengawasan dari orangtua akan membuat anak menjadi bebas untuk meluapkan emosinya. Jika anak bermain di dalam rumah maka jika sudah terlihat gejala emosi akan meledak maka mama bisa meredamnya sehingga anak menjadi lebih bisa mengatur rasa emosinya. Kalau anak bermain game online di luar rumah tentunya tidak akan ada yang perduli dengan sikap perilakunya, tentunya perilaku ini akan terbawa hingga ke lingkungan rumah maupun sekolahnya nanti.

  1. Gangguan serius pada organ panca indra

Sudah pasti ya mama, panca indra anak seperti mata dan telinga akan mengalami gangguan. Suasana ruangan tempat bermain game online ini memang sangat ramai. Selain ramai dengan celoteh orang yang ada di dalamnya juga akan berisik dengan volume permainan yang sangat kencang atau menggunakan head set. Kalau volume tidak dibesarkan tidak akan seru permainannya. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada organ telinga sehingga  anak akan bisa mengalami gangguan pendengarannya seperti infeksi pada telinga, telinga akan berdengung, dan sebagainya.

Tidak perlu marah untuk menegur anak saat pulang malam karena game online

Marah, mama boleh saja ! Apalagi kalau anak sudah melakukan hal yang mengkhawatirkan seperti pulang malam karena lupa waktu bermain game online bersama teman. Kalau mama marah bisa jadi anak akan mendengarkan ocehan mama masuk telinga kanan keluar telinga kiri karena menganggap mama biasa kok marah-marah. Tapi, ada lho mama menegur anak tapi seperti tidak seperti menegur dan akan lebih ampuh.

  1. Menunggu di ruang tamu/kamar anak
Ilustrasi Ibu Menunggu Anak Yang Pulang Malam
Ilustrasi Ibu Menunggu Anak Yang Pulang Malam (Foto: freepik.com)

Pulang malam, anak akan mengendap-ngendap maksudnya biar mama tidak terbangun dan aman biasa masuk ke dalam rumah atau kamar tanpa ketahuan. Eit…ternyata mama sudah dengan santai sedang duduk di ruang tamu atau kamarnya sambil membaca buku. Pasti anak akan terkejut karena nggak menyangka mama menunggunya.

Mama nggak usah marah ya, cukup lihat kalau anak kembali dengan kondisi baik-baik saja ucapkan “syukur Alhamdulillah kamu masih ingat alamat rumah dan dalam kondisi yang baik-baik saja. Besok info mama ya kalau mau pulang malam lagi”. Pastinya anak akan ada rasa malu dan semoga besok hari nggak akan pulang malam.

  1. Buat kesepakatan yang memberatkan

Jangan salah paham ya mama. Maksud memberatkan di sini bukan dengan hal-hal yang berhubungan dengan fisik dan sejenisnya. Memberatkan di sini dalam artian yang berhubungan langsung dengan kebutuhan anak. Mama tentunya akan memberi uang jajan untuk anak, biasanya anak dengan rela mengumpulkan uang jajannya untuk agar bisa bermain game online di luar rumah bersama teman-temannya di tempat berbayar tentunya.

Nah, mama bisa memotong bahkan tidak memberi sama sekali uang jajan sama anak dan digantikan dengan menyiapkan bekal untuk di makan di sekolah. Tanpa uang jajan berarti anak nggak bisa pergi ke luar rumah ya mam. Bahkan mama kalau bisa mengantar dan menjemput anak ke sekolah karena memang anak jangan di beri uang jajan sama sekali. Ehm, anak bakalan berpikir dua kali kalau pulang malam.

  1. Menemani ke tempat bermain game online berbayar
Ilustrasi Ibu Bermain Game Online Dengan Anak
Ilustrasi Ibu Bermain Game Online Dengan Anak (Foto: dressuponlinegamesfofrgirls.blogspot.com)

Agak ekstrim ya mama, tapi mama harus berani melakukannya karena demi kebaikan anak. Saat anak pamit dengan alasan mau ke rumah teman atau apa saja, mama mengajukan diri saja untuk mengantarkan bahkan menemani. Pastinya anak akan merasa rikuh untuk pergi apalagi sampai pulang malam. Tetapi, jika anak meniyakan maka mama harus sabar ya menunggu tapi pastinya anak nggak akan pulang malam karena merasa malu terhadap teman-temannya.

  1. Bersikap tegas bukan otoriter
Ilustrasi Sikap Tegas Bukan Otoriter
Ilustrasi Sikap Tegas Bukan Otoriter (Foto: momsmixedfamilyblender.com)

Mama harus bisa membedakan ya antara sikap tegas dan otoriter. Bersikap tegas pada anak tentunya agar anak tidak kebablasan menjadi individu yang tidak baik. Sebagai orangtua tentunya mama harus bisa bersikap lebih cerdik dari pada anak. Buatlah sebuah aturan bersama anak yang tentunya harus disepakati bersama. Aturan bisa berkisar kapan anak boleh pergi keluar, jam pulang hingga punishment nya. Kesepakatan ini tentunya bertujuan agar anak dapat berpikir dua kali untuk melanggar dan mama juga harus bersikap tegas !

  1. Menjemput dengan senyuman
Ilustrasi Menjemput Anak Dengan Senyuman
Ilustrasi Menjemput Anak Dengan Senyuman (Foto: ganisrael.com)

Nah, kalau yang ini bisa mama lakukan dengan catatan mama mengetahui di mana anak biasa bermain. Jika malam sudah tiba, mama bisa menjemput anak langsung ke tempat mainnya ya. Tanpa harus marah-marah, mama bisa menghampiri anak dan dengan senyum serta bersuara lembut mama langsung menyuruh anak pulang. Memang mungkin anak akan malu di depan teman-temannya karena mama jemput tapi saat kondisi sudah santai mama bisa berikan penjelasan bahwa lebih baik kamu malu sekarang daripada kamu nanti malu saat sudah mempunyai KTP. Pasti anak akan bisa berpikir secara positif tentang apa yang mama sampaikan itu.

Memang ya mama, mendidik anak mutlak menjadi tanggung jawab orangtua, spesial untuk seorang mama yang memang mendapat fitrah untuk mendidikan anak selama 24 jam tanpa henti. Akan tetapi seorang anak tetaplah anak yang memang ada masanya untuk mereka membangkang atau membantah, kalau bahasa gaulnya lagi mencari jati diri. Masa-masa inilah yang memang menjadi tantangan untuk mama untuk selalu bisa mengatasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *